Kura-kura Brazil: Perawatan Dasar dan Hal-hal yang Perlu Diperhatikan – Kura-kura Brazil atau yang dikenal dengan nama Red Eared Slider (Trachemys scripta elegans) merupakan salah satu jenis kura-kura air tawar yang paling populer sebagai hewan peliharaan. Nama “Brazil” sendiri melekat karena banyak diekspor dari wilayah Amerika Selatan, meskipun habitat aslinya berasal dari daerah sekitar Amerika Serikat bagian selatan dan Meksiko.
Ciri khas kura-kura ini adalah adanya garis merah di bagian telinga (samping kepala), tubuh berwarna hijau dengan bercak kuning, serta cangkang berbentuk oval yang semakin gelap seiring bertambahnya usia. Selain penampilannya yang menarik, kura-kura Brazil juga dikenal aktif, mudah beradaptasi, dan relatif mudah dipelihara sehingga diminati banyak orang.
Namun, meskipun terlihat sederhana, merawat kura-kura Brazil membutuhkan pemahaman khusus. Perawatan yang salah bisa menyebabkan stres, penyakit, bahkan kematian pada hewan ini. Oleh karena itu, mari kita bahas perawatan dasar dan hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam memelihara kura-kura Brazil.
Perawatan Dasar Kura-kura Brazil
1. Pemilihan Kandang atau Akuarium
Kura-kura Brazil termasuk semi-akuatik, artinya mereka membutuhkan tempat untuk berenang sekaligus berjemur. Oleh karena itu, akuarium yang digunakan harus memiliki area air dan area darat (dry dock).
- Ukuran Akuarium: Minimal 60 x 30 cm untuk kura-kura kecil, namun semakin besar ukuran akuarium semakin baik. Kura-kura Brazil bisa tumbuh hingga 25–30 cm, sehingga wadah harus disesuaikan dengan pertumbuhannya.
- Kedalaman Air: Idealnya lebih dalam dari panjang tubuh kura-kura agar mereka bisa berenang dengan bebas.
- Filter Air: Sangat disarankan menggunakan filter karena kura-kura sering mengotori air dengan sisa makanan dan kotoran.
2. Pencahayaan dan Suhu
Kura-kura Brazil membutuhkan cahaya UVB untuk membantu metabolisme kalsium dan mencegah penyakit tulang. Jika dipelihara di dalam ruangan, gunakan lampu UVB khusus reptil. Selain itu, berikan juga lampu penghangat (heat lamp) di area darat untuk membantu proses berjemur.
- Suhu air: 24–28°C
- Suhu area darat: 29–32°C
- Durasi pencahayaan: Sekitar 10–12 jam per hari
3. Pakan Kura-kura Brazil
Kura-kura Brazil bersifat omnivora, terutama saat masih muda cenderung lebih banyak makan protein hewani, sedangkan semakin dewasa mereka lebih menyukai sayuran.
Beberapa pilihan pakan:
- Pakan hewani: cacing, jangkrik, ikan kecil, udang, pelet khusus kura-kura.
- Sayuran dan buah: kangkung, selada air, sawi hijau, wortel, atau potongan buah (diberikan sesekali).
- Suplemen: bubuk kalsium bisa ditaburkan pada makanan untuk mencegah kekurangan nutrisi.
Pemberian pakan idealnya dilakukan sekali sehari untuk anakan, dan 3–4 kali seminggu untuk kura-kura dewasa.
4. Kebersihan Akuarium
Air yang kotor dapat menyebabkan penyakit kulit dan infeksi pada kura-kura. Oleh karena itu, lakukan perawatan rutin:
- Ganti sebagian air setiap 2–3 hari.
- Bersihkan filter dan ganti air secara menyeluruh setiap 1–2 minggu.
- Pastikan tidak ada sisa makanan yang tertinggal di dalam akuarium.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Merawat Kura-kura Brazil
1. Pertumbuhan dan Umur Panjang
Kura-kura Brazil bisa hidup sangat lama, mencapai 20–30 tahun jika dirawat dengan baik. Banyak orang membeli anakan kura-kura karena bentuknya lucu dan mungil, namun tidak sadar bahwa mereka bisa tumbuh besar dan membutuhkan tempat yang luas. Oleh karena itu, sebelum memelihara, pastikan Anda siap dengan komitmen jangka panjang.
2. Risiko Penyakit
Beberapa penyakit yang sering menyerang kura-kura Brazil antara lain:
- Metabolic Bone Disease (MBD) akibat kekurangan kalsium dan sinar UVB.
- Infeksi saluran pernapasan karena suhu terlalu dingin.
- Penyakit kulit dan cangkang akibat akuarium yang kotor.
- Parasit usus akibat makanan yang tidak higienis.
Tanda-tanda kura-kura sakit meliputi lesu, nafsu makan berkurang, mata bengkak, berenang miring, atau bercak putih di cangkang. Jika hal ini terjadi, segera konsultasikan dengan dokter hewan.
3. Interaksi dengan Manusia
Kura-kura Brazil bukan hewan yang suka digendong terlalu sering. Mereka bisa stres jika terlalu banyak dipegang. Selain itu, kura-kura bisa membawa bakteri Salmonella, sehingga penting untuk mencuci tangan setelah memegang kura-kura atau membersihkan akuarium.
4. Dampak Lingkungan
Di beberapa negara, kura-kura Brazil dianggap sebagai spesies invasif karena dapat merusak ekosistem jika dilepas sembarangan. Mereka bisa memangsa ikan kecil, memakan tumbuhan air, dan bersaing dengan spesies lokal. Oleh karena itu, jangan pernah melepas kura-kura Brazil ke alam bebas, apalagi di wilayah yang bukan habitat aslinya.
Kesimpulan
Kura-kura Brazil merupakan hewan peliharaan yang menarik, aktif, dan dapat menjadi teman jangka panjang jika dirawat dengan baik. Perawatan dasar yang meliputi pemilihan akuarium yang tepat, pemberian pakan seimbang, pencahayaan UVB, serta menjaga kebersihan air adalah kunci utama agar kura-kura tetap sehat dan tumbuh optimal.
Namun, memelihara kura-kura Brazil juga membutuhkan komitmen tinggi. Hewan ini bisa hidup puluhan tahun dan membutuhkan ruang yang cukup luas seiring pertumbuhannya. Selain itu, pemilik juga harus peka terhadap risiko penyakit, menjaga kebersihan, dan bertanggung jawab agar tidak merusak lingkungan.
Dengan pemahaman yang baik tentang perawatan dasar dan hal-hal yang perlu diperhatikan, kura-kura Brazil bisa menjadi hewan peliharaan yang menyenangkan sekaligus mendidik. Mereka tidak hanya mengajarkan kita tentang tanggung jawab, tetapi juga memperlihatkan betapa pentingnya merawat makhluk hidup dengan penuh perhatian.